7 Feb 2011

LEMAH LEMBUT

0

Bacaan : 1 Tesalonika 2:1-8
Nats: Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan
memiliki bumi (Matius 5:5)

Judul:

LEMAH LEMBUT

Kalau kamu tidak bertobat, tinggalkan rumah ini!" seru Pendeta Joe
pada Tim, anaknya, yang terlibat pergaulan bebas. Tim langsung
minggat. Menyewa indekos. Suatu malam ayahnya ditelepon seseorang.
"Anakmu ada di penjara. Ia terlibat perdagangan narkoba!" Segera
sang ayah mencarinya di penjara, tetapi anaknya tidak ada di situ.
Ternyata berita telepon itu salah sambung. Maka, Joe ber-usaha
mencari tempat kos Tim. Menjelang subuh baru ketemu. Anaknya itu
sedang tidur. Ia masuk ke kamarnya, berlutut dan memeluknya, lalu
berkata: "Tim, kamu baik-baik saja, kan? Ayah sayang pada-mu!"
Ketika Tim melihat kelemahlembutan ayahnya, hatinya pun tersentuh.
Ia pun pulang dan bertobat.



Kelemahlembutan kadang dipandang sebagai kelemahan. Orang lebih suka
bersikap keras untuk menunjukkan kuasa dan wibawa. Padahal
kelemahlembutan lebih ampuh! Ketika Paulus ber-kunjung ke
Tesalonika, para lawannya telah menghasut jemaat. Paulus dituduh
gagal menjalankan misinya, sehingga dianiaya di Filipi. Menghadapi
hasutan itu, Paulus tidak bersikap keras dengan me-nunjukkan
otoritasnya sebagai rasul. Ia tidak menghabisi para lawannya, atau
membesarkan diri untuk merebut simpati. Namun, ia bersikap seperti
ibu yang mengasuh anaknya. Lemah lembut. Berusaha mendengar dan
memahami kebutuhan mereka. Belajar merendah dan melayani. Sikap
itulah yang membuatnya disegani.



Apakah Anda dikenal sebagai orang yang kasar atau lemah lembut? Suka
memotong pembicaraan atau membiarkan orang lain berbicara? Pemarah
atau mudah mengalah? Jika Anda mau dihormati, terapkan
kelemahlembutan --JTI

HATI YANG KERAS BISA DIKALAHKAN
JIKA ANDA PUNYA SENJATA KELEMAHLEMBUTAN

0 comments:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Blog Archive

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting