11 Des 2010

Rahasia dibalik kesuksesan Daniel

0

Rahasia dibalik kesuksesan Daniel
(menjadi kepala, bukan menjadi ekor)

Daniel 6:29 Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu. Bagi orang Kristen nama Daniel bukanlah asing lagi karena sudah sering di dengar dan diajarkan sejak sekolah minggu. Dalam karir dan kedudukan, Daniel adalah orang yang sangat sukses, dia menjadi orang yang memiliki kedudukan yang sangat tinggi yaitu menjadi wakil raja di kerajaan Babilonia. Di tinjau dari segi logika sebenarnya mustahil bagi Daniel memiliki kedudukan setinggi itu karena dia berasal dari kaum minoritas bahkan dari budak buangan. Kita bandingkan saja dengan keadaan sekarang, di negara manapun kaum minoritas itu sulit sekali mendapatkan kedudukan yang tinggi apalagi zaman dulu yang masih sangat memperhatikan status kasta. Namun bagi Tuhan tidak ada yang mustahil karena Dialah yang empunya langit dan bumi beserta isinya. Daniel menyadari akan hal itu sehingga ia berani berkata : ”Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan! Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian.” (Daniel 2:20-21).

Mungkin apa yang didapatkan oleh Daniel sama dengan apa yang di dapatkan oleh Barrack Obama saat ini. Saya sendiri berpikir dalam hati, hanya dengan muzizatlah Obama mendapatkan kedudukan setinggi itu, menjadi pemimpin dunia. Dia berasal dari keturunan minoritas yang selama ratusan tahun dijadikan budak dan tidak dianggap sama sekali oleh kaum mayoritas. Namun satu hal yang saya yakin bahwa tidak serta merta ia mendapatkan kedudukan itu kalau dia tidak memiliki kemampuan jauh lebih tinggi dari kaum mayoritas.
Dalam catatan saya ada 4 orang yang memperoleh kedudukan yang sangat tinggi yang berasal dari kaum minoritas,yaitu ;

1. Yusuf : Anak Yakub, dijual oleh saudaranya dan dijadikan budak kemudian menjadi penguasa atas Mesir.
2. Daniel : menjadi wakil raja di Babel
3. Nelson Mandela (Afrika Selatan)
4. Barrack Obama (USA) menjadi Presiden Amerika Serikat (Pemimpin Dunia).

Sama seperti Daniel, Daniel dapat memiliki kedudukan tinggi itu karena ia mempunyai kemampuan yang jauh lebih tinggi dari kaum mayoritas. Namun satu hal, kemampuan Daniel bukan di peroleh karena kehebatannya sendiri dengan belajar di bangku kuliah, tapi kemampuan dia berasal dari Tuhan, Tuhanlah yang memberika roh hikmat dan pengetahuan kepadanya.

Daniel 1:17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

Tuhan sangat mengasihi Daniel sehingga mengaruniakan kepadanya roh hikmat dan pengertian. Jadi rahasia di balik kesuksesan Daniel adalah KARENA ALLAH BERSAMA DENGAN DIA.

Ada 4 hal yang dilakukan oleh Daniel sehingga Allah menyertai dia yaitu :
1. Daniel senantiasa bersekutu erat dengan Tuhan.
Daniel 6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Dari ayat diatas kita lihat bahwa Daniel memiliki persekutuan erat dengan Tuhan. Tiga kali sehari dia bersekutu dan berdoadan itu sudah menjadi kebiasaannya. Jadi bukan saat ada tekanan saja. Saya sangat meyakini bahwa ini bukan doa biasa. Kalau doa biasa cukup di tempat dimana kita berada, menundukkan kepala dan berdoa. Disini dikatakan Daniel mengambil tempat khusus di ruang atas rumahnya. Ini menunjukkan keseriusannya untuk bertemu dengan Tuhan, bukan hanya sekedar mengucapkan permohonan, tapi persekutuan yang sangat intim sampai merasakan hadirat Tuhan turun menaunginya.

Inilah yang membuat Tuhan sangat mengasihi Daniel karena dia senantiasa memiliki hati yang rindu untuk bersekutu dengan hadirat Tuhan.

Mazmur 34:11 Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatu pun yang baik.

2. Daniel tidak mementingkan diri sendiri.
Daniel 2:49 Atas permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahan wilayah Babel itu kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sedang Daniel sendiri tinggal di istana raja.

Daniel bukan orang egois, ketika dia mendapat kedudukan dia tidak memikirkan diri sendir dia mau berbagi dengan teman sebangsanya. Tapi dia buka orang yang asal pilih, dia memilih orang-orang yang juga sama seperti dia yaitu orang-orang yang takut akan Tuhan yang memiliki hikmat dan pengetahuan dari Tuhan. Dan tujuan utamanya adalah untuk mengangkat derajat kaum dan bangsanya yang sedang dalam pembuangan.

3. Daniel memiliki sikap yang rendah hati.
Daniel 2:30 Adapun aku, kepadaku telah disingkapkan rahasia itu, bukan karena hikmat yang mungkin ada padaku melebihi hikmat semua orang yang hidup, tetapi supaya maknanya diberitahukan kepada tuanku raja, dan supaya tuanku mengenal pikiran-pikiran tuanku.

Daniel tidak menjadi sombong dengan pengetahuan yang dimilikinya. Dia tidak mau mencuri kemuliaan Tuhan. Karena dia menyadari betul bahwa kemampuan yang dimilikinya itu berasal dari Tuhan. Itulah sebabnya segala kemuliaan dan hormat di kembalikan kepada Tuhan.

Sikap inilah yang perlu dimiliki oleh setiap orang percaya. Segala sesuatu yang kita miliki pada saat ini adalah karena kemurahan Tuhan. Jangan menyombongkan diri dan merasa sudah hebat. Kembalikan segala puji syukur dan kemuliaan hanya kepada Tuhan.

4. Daniel tidak mau kompromi dengan hal-hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan.
Dalam Daniel 6 dikatakan bahwa dalam 30 hari tidak seorang manusiapun diijinkan menaikkan permohonan kepada allah lain selain kepada raja Darius. Jika ketahuan maka akan dihukum mati dengan cara dimasukkan kedalam lobang singa untuk jadi santapan singa-singa kerajaan. Dalam hal ini Daniel tidak mau kompromi. Sebenarnya bisa saja dia tidak berdoa kepada Tuhan selama 30 hari dengan alasan tidak mempunyai kuasa untuk menolak karena itu adalah titah raja yang harus di patuhi kalau tidak ingin mati. Dan saya yakin Tuhan maha pengampun. Tapi Daniel tidak melakukannya karena kecintaannya kepada Tuhan lebih dari kecintaannya kepada nyawanya sendiri. Daniel menyadari bahwa hidupnya tidak berarti tanpa penyertaan Tuhan.

Jujur saudara, saat menuliskan ini saya sedikit terenyuh mengingat bagaimana luarbiasanya cinta Daniel kepada Tuhan. Dia tetap berdoa tiga kali sehari seperti yang biasanya dilakukan walau akhirnya dia dimasukkan kedalam lobang singa. Namun Tuhan tidak tinggal diam, Tuhan menyelamatkannya dari singa-singa lapar itu.

Oleh sebab itu marilah kita belajar dari kehidupan Daniel. Belajar dari intimnya persekutuannya dengan Tuhan. Belajar untuk tidak egois dan mementingkan diri sendiri. Belajar untuk mengembalikan segala hormat dan kemuliaan kepada Tuhan, dan akhirnya belajar untuk tidak kompromi dengan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan. Percayalah suatu saat Tuhan pasti akan mengangkat kita menjadi kepala dan bukan menjadi ekor karena itulah janji Tuhan kepada hamba-hambanya yang setia.

Ulangan 28:13-14 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya."

0 comments:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Blog Archive

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting