2 Des 2010

Pacar Sibuk Kerja

0

Pacar Sibuk Kerja

Saya dan pasangan akan segera menikah beberapa bulan lagi. Tapi dimulai dari 2 tahun terakhir, dia mulai berubah. Yang tadinya cukup perhatian dan peduli sekali bahkan cukup cemburuan, kadang masih mengungkapkan rasa cintanya, tapi sekarang jadi berubah sangat dingin, cuek dan seringkali marah dan tidak menghargai saya, hanya karena hal kecil.

Saya sangat mencintai dia dan saya memang suka kesal karena kedekatan dia dengan sahabatnya (laki-laki), karena mereka memang bekerja bersama membuka suatu usaha.

Sahabatnya itu juga akan menikah bulan ini. Tapi memang sifat sahabatnya ini cukup mengkhawatirkan saya, karna dia sangat keras dan sangat egois, jadinya pacar saya ini mulai terpengaruh menjadi semakin egois dan keras. Apa yang harus saya lakukan? Seringkali saya berdoa supaya TUHAN menunjukkan siapa jodoh saya, apa benar-benar dia? Tapi kenapa saya merasa seakan benar, dialah orangnya?

Tapi, walaupun saya sangat mencintai dia, kenapa saya jadi bingung dan takut akan sifat-sifatnya itu? Saya ingin pernikahan saya bahagia nantinya. Saya mengerti sekali sekarang dia sangat sibuk dengan pekerjaanya, tapi kenapa seakan susah sekali dia benar-benar menunjukkan kasih sayangnya dan menyediakan waktu khusus buat saya? Saya toh tidak minta 24 jam. Kalaupun dia punya waktu untuk saya, dia seakan terlihat letih, seakan bosan.

Saya tahu kita sudah pacaran 3 tahun, tapi orang lain walau sudah kakek nenek masih bisa romantis dan saling mengasihi. Bagaimana caranya agar saya bisa mendapatkan kembali kasih sayang yang dulu pacar saya tunjukkan pada saya? Saya tahu saya bukan miss universe, tapi saya sudah berusaha sekali untuk menjadi pacar yang baik.

JAWAB:
Anda akan menjadi pacar yang baik, jika anda memberinya waktu untuk dia berkarya, merintis usaha, berdua dengan partnernya tanpa anda mengganggunya, tanpa banyak bertanya apa yang dia kerjakan jika pertanyaan itu nadanya seperti orang interogasi / ‘curius’. Demikian juga nanti setelah menikah, sikap ini masih harus anda lakukan.Jika dia marah-marah, mungkin saja ada masalah dengan usahanya dan mayoritas laki-laki, ingin menyelesaikan sendiri masalahnya, sementara banyak wanita ingin dilibatkan dalam menyelesaikan masalah. Bagi pria, anda wanita yang baik, jika anda tidak banyak ingin melibatkan diri, jika tidak diminta, anda akan dikasihi pria / suami anda nanti.

Pacaran dan juga menikah, bukan berarti terus berduaan dan melakukan segala sesuatu berdua. Apalagi soal bisnis, dia punya kongsi dan mungkin sama-sama berambisi untuk meraih prestasi atau karya bersama. Dia butuh support anda, dorongan anda dan bukan penghalang. Untuk masa pacaran atau tunangan, waktu khusus jika bisa dua kali, dua jam seminggu, itu sudah cukup, tidak perlu ketemu setiap hari, selebihnya bisa dengan telp atau sms, supaya tidak buang-buang waktu. Selebihnya bisa menganggu pekerjaan atau karier atau pelayanan.

Pekerjaan memang penting bagi seorang pria, sebagai tujuan utama dan anda diharapkan menjadi suporter, dengan cara bangga akan pekerjaan pasangan, berapapun nilai nominal yang dihasilkan. Jangan meremehkan, merendahkan atau menyerang pekerjaan / kesibukan suami sebagai saingan, karena dia akan begitu sampai menikah nanti. Itu laki-laki yang normal. Laki-laki yang tidak rajin bekerja, hanyalah pemalas, perayu, tidak tertib hidupnya, karena itu, bersyukurlah anda memiliki calon suami tipe pekerja.
Yang penting anda sudah masuk dalam komitmen akan menikah beberapa bulan ke depan, artinya dia pria yang tanggung jawab. Pria yang tanggung jawab juga harus bekerja dengan benar demi masa depan. Kebutuhan ekonomi, biaya nikah, nantinya biaya anak sekolah, rumah dll, harus dipersiapkan dan merintis usaha adalah yang terbaik daripada berkeja dengan orang lain. Merintis usaha, memang memerlukan konsentrasi dan pengorbanan.

Untuk masa-masa persiapan pernikahan, sebenarnya ini justru bagus, daripada menganggur, lalu hanya mengisi dengan berduan, bermesraan, bisa-bisa terdorong untuk melakukan sex sebelum menikah. Menjelang bulan-bulan pernikahan, terjunkan diri anda dalam kesibukan seperti pacar anda, supaya tidak menjadi sensitif dan akhirnya mudah bertengkar, lalu semua persiapan pernikahan justru menjadi buyar.
Jika calon anda sibuk merintis usaha, anda bisa mencari kesibukan dengan mempersiapkan details pernikahan seperti; acaranya, bunganya, panitianya, design undangannya dll, dan mungkin saja anda ingin sekali membicarakan itu semua dengan calon anda. Tetapi bisa saja anda melakukannya dulu sendiri, menyiapkan segala alternatif dan saat ketemu (misal di akhir pekan) sampaikan semuanya ke pasangan anda dan didiskusikan, jangan setiap hari juga mau ketemu dan mengajak membicarakan, pasangan anda akan merasa terganggu, walaupun ia mencintai anda. Paling tidak jangan menghubungi pada jam kerja. Lebih baik tunda hingga sore saat dia sudah selesai bekerja dan telp/ sms dia.

Jika anda menghubungi pada waktu yang tidak tepat, saat dia sibuk, saat dia sedang marah dengan anak buah, maka bisa-bisa anda yang menjadi sasaran kemarahannya akibat kesalahan orang lain.
Soal romantis, anda bisa membangunnya. Sikap seseorang sebenarnya bisa merupakan reaksi dari sikap kita. Jika anda mendesak, dia akan marah, jika anda romantis, dia juga akan romantis. Jika anda baik, suporter / penolong yang baik, dia juga akan baik-baik.

0 comments:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Blog Archive

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting