22 Nov 2010

TERUS BERLATIH

0

 
Ketika masih batita, anak bungsu saya kerap salah mengucap
kosakata yang sedang ia pelajari. Misalnya, ia mengucap "ilkan"
untuk kata "iklan". Atau "korden", saat seharusnya ia mengungkap
ingin makan dengan "korned". Atau juga "lobong" untuk kata "bolong".
Kesalahan anak saya mengeja kata, bisa terdengar menggelikan. Itu
bukan kesalahan yang sengaja dibuatnya agar orang tertawa. Itu
kega-galannya untuk berucap saat ia berharap bisa berkata benar.
Saya bersyukur ia tidak takut berlatih untuk mengulang-ulang lagi
kata-kata itu. Dari latihan yang terus-menerus, akhirnya ia bisa
mengeja dengan benar.

Berlatih adalah aktivitas yang perlu terus kita lakukan, agar
tercapai kemajuan. Dalam segala bidang, di segala usia. Bahkan,
dalam hidup kerohanian kita. Perlu ada latihan, agar kita tak
"salah-salah" mengerti atau memahami, sehingga tak "salah-salah"
juga menafsir atau menyampaikan kebenaran yang kita terima pada
orang lain. "Latihlah dirimu beribadah, " kata Paulus (ayat 7).
Latihan ini penting, agar kita "terdidik dalam soal-soal pokok iman
kita dan dalam ajaran sehat" (ayat 6). Caranya, dengan "bertekun ...
membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar ...
dalam mem-pergunakan karunia yang ada" (ayat 13, 14). Mempelajari
firman, mendalaminya, lalu membagikannya lewat bersaksi atau
mengajar, adalah latihan rohani yang sangat penting kita lakukan
sepanjang hidup.

Dunia berkembang dengan segala tipu muslihatnya. Namun, iman yang
terlatih akan menolong kita memiliki pemahaman iman yang benar dan
tak tergoyahkan. Maka, tak ada cara lain kecuali terus berlatih
mengenal Tuhan dan segala kebenaran-Nya --AW

DUNIA BISA PUNYA SERIBU SATU CARA UNTUK MENYESATKAN
NAMUN KEBENARAN ABADI KRISTUS AKAN SELALU MEMBENTENGI

0 comments:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Blog Archive

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting